Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Ezra French; Sang Multitalenta Muda

Anak laki-laki berperawakan sedang sedang asik mengolah Bola Basket di bawah ring, berlari kesana-kesini lincah seperti seekor Kancil, pada lompatan terakhir bola basket dengan tepat bersarang di ring basket skor 3 point. Dia adalah seorang atlit multitalenta berprestasi yang bernama Ezra French dari Amerika Serikat.

Usia Ezra pada saat ini 12 tahun, lahir pada tanggal 11 Mei 2005 dengan bintang Taurus. Ezra memiliki keahlian dalam beberapa cabang olahraga yaitu Athletic, Basketball, Sepak Bola, Football Amerika, Skateboard, dan Karate. Ezra memang berbeda dengan anak-anak seusianya, prestasi demi prestasi dia peroleh dengan usaha yang sangat gigih.

Prestasi yang Ia dapatkan diantaranya:
  • Memegang 9 catatan olahraga Track & Field usia 11 tahun (U11) dan klasifikasi (T42).
  • Menjadi team starting QB untuk tim Football sekolahnya.
  • Menerima sabuk Biru Karate.
  • Bermain basket club untuk Sterling Basketball Academy.
Penghargaan dan Pengakuan Ezra:
  • Finalis olah raga Sports Illustrated’s Sports Kid of the Year (2014).
  • Courage Award, Kobe Basketball Academy (2013)
  • Pemenang Rising Star Award Recipient, Challenged Athletes Foundation (2009)
Tidak ada yang aneh saat melihat bagian atas tubuhnya Ezra yang nampak wajah riang dan senyum ramah kepada semua orang, akan tetapi apabila kita perhatikan lebih seksama tangan kiri dan kaki kiri Ezra akan diketahui dengan jelas bahwa Dia merupakan seorang anak Difabel. 

Baca juga: Nurdin; Perjalanan Perang Gerilya

Ezra terlahir dengan cacat tubuh bawaan yaitu jari-jari tangan kirinya yang tidak lengkap (hanya ada 2 jari) dan tidak ada bagian bawah kaki kiri mulai dari lutut ke bawah. Kondisi ini membuat Ezra sulit untuk belajar jalan, pada usia 11 bulan Dia baru bisa merangkak dan mulai berdiri. 

Dua sisi yang berbeda satu sisi kondisi fisiknya ada yang kurang tetapi dari sisi lain memiliki semangat dan motivasinya luar biasa besar.


Menginjak usia 2 tahun, Ezra mulai melakukan dua kali operasi yaitu untuk melepaskan daging yang tersisa di bawah lututnya dan mencangkok bagian jari tangan untuk memudahkan dia menggenggam selayaknya tangan yang normal dengan dua jarinya. 

Menunggu salama 2 tahun, tepat pada usia 4 tahun Ezra mendapatkan kaki kiri palsu yang terbuat dari tungkai besi yang disebut Cheetah Foot (Kaki Cheetah), dengan menggunakan kaki ini Ezra bebas bergerak dan mulai tertarik dengan jenis olahraga. 

Baca juga: Nurdin; Akhir Perjalanan Gerilya

Selama kurun waktu 5 tahun Ezra menghadapi masa-masa sulit yaitu belajar sebagai orang yang normal, menggeluti olahraga, dan rutin keluar masuk rumah sakit untuk melakukan operasi atau terapi. 

Pada usia 4 tahun Ezra seakan-akan menjadi seorang atlit yang benar-benar ingin menggantungkan hidupnya dari olahraga, tidak ada waktu yang dia buang percuma dia habiskan untuk berlatih tanpa mengenal lelah. Situasi ini tidak terlepas dari dukungan kedua orang tua yang selalu hadir mendampingi.


Peran orang tua, teman, dan lingkungan untuk mendukung prestasi Erza sangat besar pengaruhnya. Erza menjadi salah seorang yang mampu menginspirasi banyak orang dia telah berbicara di sekolah-sekolah, TV, dan organisasi kemanusiaan untuk menyampaikan pesannya bahwa “being different is OK” yaitu “menjadi berbeda itu tidak apa-apa” dan meningkatkan kesadaran dan pemahaman akan tantangan fisik. 

Baca juga: Talia Joy Castellano; Hidup Produktif Sebelum Ajal Menjemput

Motto Ezra adalah “You can Dream it, You can Hope for it, or You can Make It Happen” yaitu "Anda bisa memimpikannya, Anda dapat berharap untuk itu, atau Anda dapat mewujudkannya." Ezra juga percaya bahwa Anda perlu “Focus on What You Have Versus What You Don’t Have" yaitu "Fokus pada apa yang Anda miliki dari apa yang tidak Anda miliki" dan bahwa Anda harus selalu "Finish Well" yaitu "Selesai dengan baik”.

Post a Comment for "Ezra French; Sang Multitalenta Muda"

Berlangganan