Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Aku Seorang Kids Jaman Now

Aku adalah seorang anak laki-laki yang terlahir dari keluarga yang bahagia. Terlahir di era 2.000-an, banyak orang menyebutku sebagai generasi millenials. Sarana dan fasilitas sangat memadai karena orang tuaku sebagai seorang pengusaha sukses. Keperluan hidup sudah terpenuhi, tugas utamaku yaitu fokus belajar dan menggapai cita-cita setinggi mungkin. Namun tetap saja ada yang kurang yaitu waktu bersama keluarga dan perhatian dari kedua orang tuaku. 

Urusan informasi jelas aku sangat jago, tinggal menggerakkan ibu jari di HP yang canggih semua bisa aku ketahui. Apabila butuh uang tinggal meminta kepada orang tuaku, mereka akan segera memberikannya. Apabila dibandingkan dengan anak yang lain mungkin aku sangat mudah mendapatkan rezeki. Tapi kadang-kadang aku berpikir, apabila segala sesuatu mudah akan timbul suatu kebosanan. Begitu juga kalau melihat kedua orang tuaku yang begitu loyal terlintas dalam benakku, mungkin ini adalah balas jasa atas perasaan bersalah mereka kepadaku karena sempitnya waktu yang diluangkan bersama. 

Foto ilustrasi, sumber: www.techcrunch.com


Aku lebih senang menyendiri dan berselancar di internet daripada harus ngobrol dengan orang tua atau anak tetangga. Hal ini mungkin akibat pembiasaan sejak kecil mengenal gadget dan internet. Orang tuaku membelikanku gadget tersebut untuk mengalihkan perhatianku mendapatkan perhatian dan kasih sayang. Alhasil saya terbiasa nonton channel film dalam waktu yang lama, game online dan sosial media. Temanku sangat banyak tersebar di berbagai pelosok dunia, namun teman sesungguhnya hanya sedikit yaitu di kelas dan tempat les saja. Hal ini tercipta karena internet menyatukan dunia dalam satu genggaman, sedangkan teman yang sesungguhnya perlu proses dan dan cukup menghabiskan waktu untuk membangunnya.

Aku tidak seperti anak-anak generasi tahun 80-an yang kesehariannya lebih dominan bersama orang tuanya. Mereka diajarkan masalah etika, agama, sosial secara langsung. Sedangkan aku sangat sedikit diberikan contoh nyata hal-hal tersebut. Jangan salahkan aku apabila urusan etika dan masalah agama tergolong rendah. Aku memang terlihat cuek, tidak terlalu peduli lingkungan, tidak terlalu bisa menghargai orang, dan berkomunikasi dengan bahasa yang singkat dan padat. Tidak ada maksud dan tujuan jelek kepada siapapun namun inilah kebanyakan sikap anak-anak di zamanku. 

Dalam kegiatan sehari-hari dan proses kehidupan, aku lebih suka hal yang simple, to the point, dan didapatkan dengan cara yang mudah. Sangat sulit apabila berhubungan dengan hal-hal yang terlalu panjang birokrasinya, membutuhkan tata krama/etika, atau menggunakan politik balas budi. Secara sepintas aku terlihat di mata orang lain selalu menggampangkan sesuatu, seperti dalam tugas ataupun kehidupan sehari-hari. Harus dimaklumi bahwa aku lebih fokus kepada hasil dari pada proses. 

Dalam urusan sosial media jangan ditanya, aku yang paling jago untuk memaksimalkannya. Mulai dari Facebook sampai dengan YouTube semua akun aku miliki. Aku lebih dominan untuk mencurahkan suatu fenomena atau aktualisasi diri menggunakan sosial media dibandingkan dengan realita atau berkomunikasi langsung dengan orang tua. Tulisan yang unik, foto yang menawan, review destinasi menarik, atau lifestyle semuanya aku kuasai. Followers aku banyak, sehingga aplikasi media sosial dapat mendatangkan berkah tersendiri. 

Penampilanku sangat keren, brand suatu barang lebih penting dibandingkan dengan fungsinya. Setiap ada produk baru aku beli untuk mengikuti perkembangan zaman, hal ini aku lakukan sebagai bentuk aktualisasi diri yang paling mudah. Aku tidak segan-segan untuk menampilkan foto diri yang mengagumkan seperti saat makan, jalan-jalan, nongkrong di cafe, bahkan saat kejadian tragis menimpa tetap update status. 

Tantangan terbesar adalah pengendalian diri. Saat aku tertekan banyak sekali godaan yang datang dari luar, seperti masalah narkoba, pergaulan bebas, seks bebas, atau kenakalan remaja lain. Tidak sedikit mereka terjerumus ke hal-hal negatif tersebut, bahkan nyawa mereka pun menjadi taruhannya. Sisi lain banyak yang sukses memanfaatkan dunia saat ini yang serba mudah dengan adanya internet, mereka memiliki developer startup, bisnis kreatif, online, dan kegiatan lainnya. Mudah --- jalan mana yang akan dipilih!

Aku ingin hidup bebas, dilakukan dengan mudah, dan setiap orang bisa menghargaiku. Inilah diriku si anak kreatif zaman now.

Post a Comment for "Aku Seorang Kids Jaman Now"

Berlangganan