Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Michael dan Acay; Seni Menjalani Kehidupan

Michael merupakan pemuda keturunan Amerika Serikat, sedangkan Acay merupakan warga keturunan China. Mereka merupakan sahabat dekat yang bekerja di perusahaan berbeda di Kota Taipei. Michael bekerja di salah satu bank terkemuka di kota tersebut, sedangkan Acay di perusahaan Komputer. Mereka mengontrak kosan satu komplek namun berbeda kamar di daerah pinggiran Kota Taipei. Walaupun berbeda tempat kerja namun mereka sering berangkat bersama ke kantor karena arahnya sama. 

Michael merupakan orang yang supel, memiliki banyak teman dan suka dunia entertainment. Acay memiliki sifat pendiam, lebih banyak menyendiri dan lebih suka travelling ke alam bebas. Mereka saling mengisi satu orang periang dan satu lagi pendiam, namun dalam masalah keuangan di akhir bulan kadang-kadang Michael sangat membutuhkan Acay sebagai donatur keuangganya. 

Ilustrasi Sosialita, sumber: www.pinterest.com

Michael memiliki motivasi hidup yaitu bagaimana hidup bahagia dengan menikmati apa yang ada saat ini, sedangkan Acay memiliki visi yang jauh kedepan yaitu menginginkan kehidupan yang lebih baik dan keluarga yang bahagia. Michael memandang bahwa penghargaan orang lain itu penting, sedangkan Acay menganggap biasa-biasa saja. Sesuatu yang penting bagi Michael adalah meningkatkan tarap hidup dengan “memiliki sesuatu” yang dianggap berharga seperti mobil, perhiasan, HP yang bagus, rumah yang besar. Lain halnya dengan Acay, sesuatu yang penting bagi dirinya yaitu bagaimana “menjadi sesuatu” yang Ia lakukan adalah banyak menabung, banyak belajar, banyak berinvestasi.

Michael menganggap bahwa penampilan itu penting, sedangkan Acay menganggap penampilan tidak penting. Pujian dan sanjungan merupakan sesuatu yang berharga bagi Michael sedangkan Acay tidak perduli dengan sanjungan, pujian, bahkan makian orang lain apabila Ia berjalan di jalan yang benar. Nampaklah perbedaan, Michael terlihat kelimis dan terlihat begitu menawan sedangkan Acay penampilannya biasa-biasa saja bahkan terlihat kusut. Sudah dapat dipastikan gadis-gadis banyak yang menempel sama Michael, sedangkan Acay sulit setengah mati untuk berkenalan dengan gadis. 

Michael bekerja sesuai dengan tugas yang diberikan jam 16.00 waktu setempat sudah pulang, sedangkan Acay biasa pulang lebih lama yaitu jam 21.00 Ia sibuk dengan pekerjaannya dan berusaha selalu mencari ide atau inisiatif untuk meningkatkan kinerja perusahaannya. Pagi-pagi Michael sarapan di tempat favorit yang bisa dijadikan status sosial media untuk meningkatkan kualitas sosialita. Acay hanya membuat telur dadar dan sayur brokoli sebelum berangkat kerja, Ia berfikir bukan image yang dipilih namun gizi yang paling penting.

Berangkat kerja Michael menggunakan mobil pribadi hasil kredit yang difasilitasi oleh pihak bank tempat Ia bekerja, naik turun ke tempat bekerja nanpa harus panas-panasan dan terkena debu jalanan. Acay hanya menggendarai sepeda motor bekas produk asli negaranya, Ia membeli sendiri dari hasil tabungannya. Kadang-kadang motor yang Ia kendarai mogok di perjalanan, solusinya masuk bengkel atau harus didorong untuk sampai ke tempat pekerjaan.

Wanita yang dengat dengan Michael begitu menawan, berbadan langsing, kulit putih, rambut lurus di blonde, menggunakan sepatu hak tinggi, aroma semerbak wangi seperi putri kecantikan. Sebagai lelaki normal Acay pun berjuang keras untuk mendapatkan teman dekat, setelah sekian lama akhirnya Tuhan menjawab kegigihan Acay dengan memberikan kekasih anak seorang pengusaha kelontongan yang terbiasa bekerja keras. Jangan ditanya soal penampilan, tangannya kasar, menggunakan pakaian sederhana, dan kadang-kadang saat motor Acay mogok Ia dengan semangat dan penuh percaya diri membantu mendorongnya dari belakang. 

Setelah sekian lama mereka manjalin hubungan, akhirnya keputusan yang ditunggu bagi kaum lajang pun telah sampai. Michael meminang teman dekatnya, begitu juga dengan Acay. Michael melaksanakan pernikahan yang luar biasa megahnya, Ia beranggapan pernikahan adalah hal yang harus dibuat semeriah mungkin dan menjadi suatu prestige yang dapat mengangkat harkat derajat Ia dan keluarga. Tabungan dan uang keluarga dikucurkan habis untuk dekorasi dan undangan orang-orang penting yang Ia kenal.

Ilustrasi, sumber: www.pinterest.com

Acay lebih memilih pernikahan yang sederhana, lebih fokus kepada tabungan untuk menyongsong masa depan. Pernikahan adalah hal yang penting, akan tetapi yang lebih penting adalah perjalanan setelah pernikahan bagaimana membangun keluarga yang sejahtera, harmonis, dan anak-anaknya kelak bisa sekolah lebih baik dari dirinya. Dekorasi dibuat sederhana, undangan hanya teman-teman dekat, namun makanan menggunakan menu yang baik untuk menjamu undangan yang datang.

Setelah melaksanakan pernikahan Michael dan Acay memutuskan untuk pindah ke tempat yang lebih representative. Michael pindah ke apartemen yang baik, sedangkan Acah memilih kontrak rumah di komplek perumahan tempat Ia bekerja. Pernikahan merupakan cerminan perilaku dan mindset mereka saat melajang. Michael mempertahankan nilai hidup dengan “memiliki sesuatu”, penampilannya baik walaupun harus meminjam uang atau kredit dari bank. Sedangkan Acay mempertahankan hidup “menjadi sesuatu”, hidup sederhana namun memiliki tabungan dan tidak memiliki utang. 

Setelah sekian lama Michael dan Acay tidak berkomunikasi, akhirnya mereka dipertemukan di sebuah event elektronik di Kota Taipei. Michael mengundang Acay untuk berkunjung ke rumahnya yang tidak jauh dari lokasi tersebut. Sebagai sahabat karib Acay menepati janjinya untuk berkunjung ke rumah Michael. Acay membawa istri dan anaknya berkunjung ke rumah Michael. Michael memiliki rumah yang bagus, mobil baru, penampilan istri dan anaknya yang selalu modis. Saat berjumpa dan masuk ke rumah Michael --- tanggapan keluarga Michael terasa dingin, karena Acay bukan orang penting dan tampilannya sederhana. Menu yang disajikannya juga sederhana, makan alakadarnya berbanding terbailik dengan penampilan dari luar yang begitu premium dan terlihat seperti orang kaya.

Waktu tak terasa berlalu, kini kesempatan Michael untuk mengunjungi rumah Acay. Michael saat datang terheran-heran melihat perubahan yang dialami Acay beserta keluarga. Penampilan fisik apa adanya namun rumahnya bagus milik pribadi, kendaraan milik pribadi walau tidak sebagus miliknya, dan jamuan yang diberikan kepadanya saat datang begitu hangat dan penuh penghormatan. Belum selesai rasa penasaran Michael mengenai perubahan dan kemajuan Acay, kini Ia terheran-heran setelah mendengar anak Acay berhasil kuliah di Inggris dan menjadi lulusan terbaik. 

Michael dan keluarga pamit undur dari rumah Acay, kesombongannya kini mulai meredup akibat fakta yang baru saja Ia saksikan dengan kepalanya sendiri. Sambil pulang menuju rumahnya tidak habis-habisnya berfikir Ia berfikir --- kok bisa Acay lebih baik kehidupannya daripada yang Ia bayangkan selama ini. Michael menjadi lebih pendiam dan sudah mulai memikirkan kehidupan yang lebih baik daripada yang selama Ia jalani, lain halnya dengan istri dan anaknya terlihat masih santai dan tidak memikirkan apa yang terjadi pada Acay. Mungkin mereka tidak mengetahui siapa itu Acay, seperti apa perjuangan kehidupannya.

Michael akhirnya memutuskan untuk mengajak jumpa Acay untuk menanyakan kiat sukses kehidupan dan keluarganya. Michael mengajak Acay berjumpa di salah salah satu café dekat tempat mereka bekerja dan 30 tahun lalu merupakan tempat favorit mereka nongkrong. Acay pun dengan senang hati menyanggupinya sambil merasakan nostalgia masa-masa lajang bersama Michael membahas kerjaan dan masa depan. Saat jumpa Michael tidak begitu congkak seperti biasanya berhadapan dengan Acay, Ia memulai diskusi mengenai kehidupan yang dialaminya dan pertanyaan mengenai kiat sukses Acay.

---------------------------------------------------------------------------

Michael: Aku perhatikan Kamu lebih sukses dan bahagia dibandingkan dengan Acay yang pernah Aku kenal dulu?

Acay: Hahaha…Kamu bisa aja, sama kok tidak ada perubahannya! Justru Kamu yang makin sejahtera dan terlihat sukses!

Michael: Itu hanya kasat mata saja, sebetulnya Aku salut sama Kamu ----- rahasinya apa Cay?

Acay: Tidak ada yang luar biasa Mic, seperti 30 tahun yang lalu kok saat Kita ngopi di sini! Saya hanya memiliki prinsip “Hidup menjadi sesuatu”. Sesuatu yang berharga itu adalah proses belajar yang terus menerus untuk lebih baik. Orang lain mau bicara apa, menyukai, membenci silahkan! Selama Saya berada di jalur yang benar saya akan menjalaninya. Saya tidak perduli dengan penampilan keren, pujian, cacian orang yang penting keluarga baik dan anak-anak lebih maju.

Michael: Hmmm ---- Aku hidup selalu berharap mendapatkan penghargaan, pujian, dan aktualisasi diri yang tampak dari luar. Selama ini fokus kepada penampilan, sedangkan masa depan belum dipikirkan dengan baik. Aku pikir dengan “memiliki sesuatu” bisa mendapatkan penghargaan dari orang lain, nyatanya cape dan selalu tertekan dengan keinginan!

Acay: Tidak ada kata terlambat ---- mari Kita sama-sama belajar agar bisa hidup lebih baik dan berhenti berharap atas pujian dan penghargaan orang lain. 

Michael: Ia --- terimakasih sarannya Cay!

---------------------------------------------------------------------------

Akhirnya mereka pulang ke rumah masing-masing. Michael pulang membawa harapan hidup yang lebih baik, sedangkan Acay bersyukur perjuangan selama ini telah bisa mewujudkan cita-citanya untuk membangun keluarga dan masa depan yang lebih baik.

Post a Comment for "Michael dan Acay; Seni Menjalani Kehidupan"

Berlangganan