Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Rifdah; Qoriah Terbaik Indonesia dan Dunia

Setiap orang berjuang untuk menghasilkan karya yang dapat diakui oleh orang lain dan membuatnya bangga. Seorang profesor berhasil membuktikan teorinya, seorang dokter mampu menolong ribuan pasien yang berpenyakit, seorang guru mampu menciptakan orang-orang hebat, seorang karyawan mampu memajukan perusahaannya, seorang petani mampu mengembangbiakan tanaman unggulan, seorang sopir mampu mengantarkan penumpang dengan selamat, seorang tukang becak mempu berlalulintas dengan baik. Itu merupakan contoh prestasi, besar kecilnya bergantung kepada pengakuan dan nilai kebermanfaatan bagi banyak orang. 

Rifdah Farnidah, sumber: IG @okisetianadewi
Setiap orang tentunya memiliki sudut pandang yang berbeda terhadap hasil karya yang ia lihat dan rasakan. Pengertian prestasi itu sendiri saat ini kadang-kadang bias akibat suatu tujuan atau politik tertentu. Suatu karya yang bermanfaat bagi orang banyak, namun tidak menguntungkan bagi kelompok atau golongan tertentu bisa saja dikatakan tidak bermanfaat dan itu bukan prestasi. Hal sebaliknya suatu tindakan kecil namun menguntungkan bagi pihak-pihak tertentu atau golongan tertentu maka dengan lantang dikatakan bahwa itu suatu prestasi. Jangan kawatir hal-hal ini merupakan suatu fenomena akhir zaman, akan banyak kita temukan di sekeliling kita.

Semua hal di atas akan terjawab ketika kita berfikir jernih, memiliki pengetahuan yang luas, menggunakan hati nurani yang bersih. Waktu akan menjawab semuanya, kebenaran akan terbuka dan suatu kebatilan akan sirna pada waktunya. Ketika kita menggunakan akal untuk berfikir, hati nurani, dan menurunkan ego semuanya akan positif. Seorang penjahat sekalipun dalam pada waktu tertentu dalam keadaan tenang, terpepet, atau sedih pasti didalam hatinya akan mengakui kebenaran ---- berfikir tentang keluarga, anak-anak, dan masa depan. 

Suatu pertanyaan yang memprofokasi diri kita adalah "Karya apa yang telah kita buat hari ini?" Orang yang belum terbiasa dengan pertanyaan ini akan membutuhkan waktu untuk berfikir dan menjawab, apa yang telah ia perbuat. Karya itu sendiri memiliki pengertian dan makna yang luas tidak hanya menghasilkan prestasi besar dan bermanfaat bagi banyak orang, melainkan tindakan-tindakan kecil di sekeliling kita yang bisa kita lakukan dan bermanfaat untuk menunjang kehidupan kita. Salah satu contoh hal kecil di rumah adalah membuang sampah pada tempatnya, tidak menyisakan makanan, mematikan listrik apabila tidak diperlukan, dan banyak lagi. Hal tersebut apabila menjadi kebiasaan maka hasilnya akan positif dan bermanfaat.

Setiap orang bisa berprestasi sesuai dengan posisinya masing-masing. Salah satu profil orang yang kita bahas hari ini adalah Rifdah Farnidah seorang Hafidzoh (orang yang hapal Al-Quran dengan baik) asal Sumedang - Jawa Barat. Rifdah telah berhasil memenangkan MHQ (Musabaqoh Hifdzil Quran) di peringkat ke-2 Internasional, dimana peringkat pertama diduduki oleh Aljazair dan peringkat ke-3 diduduki oleh Iran. Kegiatan ini dilaksanakan di Yordania pada tanggal 9 - 24 Maret 2018.

Ini merupakan suatu prestasi yang luar biasa dan mengharumkan nama Indonesia di mata dunia, khususnya negara-negara Islam. Indonesia mampu mengalahkan negara-negara seperti Arab Saudi, Mesir, Qatar, Pakistan dan lain-lain dimana negara-negara tersebut lebih kental nuansa Islamnya. Ini merupakan suatu bukti bahwa Indonesia mampu bersaing dengan negara-negara lain. Rifdah merupakan salah satu dari ribuan bahkan jutaan rakyat Indonesia yang mempu memprovokasi dirinya untuk terus berprestasi. 

Prestasi Rifdah di Indonesia tidak diragukan lagi, pada tahun 2012 menjadi juara 1 MTQ tingkat Nasional JQHNU untuk kategori 5 Juz yang dilaksanakan di Kalimantan Barat. Tahun 2016 menjadi juara 1 MTQ Nasional kategori 10 Juz di Nusa Tenggara Barat. Tahun 2017 menjadi juara 1 MTQ Nasional kategori 30 Juz yang dilaksanakan di Kalimantan Barat. Tahun ini mewakili telah mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

Segala sesuatu tidak ada yang instant (serba cepat) untuk menuju panggung internasional, Rifdah banyak menghabiskan waktunya untuk belajar Al-Quran. Di balik kesuksesan Rifdah ada orang tua yang sangat faham terhadap potensi yang dimiliki oleh Rifdah. Dari kecil sudah diajarkan membaca Al-Quran dan menghapal ayat-ayatnya secara bertahap. Rifdah telah dibimbing oleh Mutmainnah yang berprofesi sebagai dosen di Institut Ilmu Al-Quran (IIQ) - Jakarta. Mutmainnah mengatakan bahwa Rifdah merupakan Hafidzoh Mutqin yaitu serorang yang benar-benar hafal Al-Quran 30 Juz lengkap dengan mushafnya.

Sesampainya di Jakarta, Rifdah diundang oleh Gubernur Jakara - Anies Baswedan untuk bersilaturahmi. Pada pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Ulama Arab Sheikh Khalid, beliau sangat kagum dengan kefasihan Rifdah melantunkan Ayat Suci Al-Quran. Rizki yang tidak terduga, Rifdah diberikan kesempatan oleh Sheikh Khalid untuk melaksanakan umroh beserta keluarga. Seluruh biaya ditanggung oleh beliau. 

Rifdah pada MHQ (Musabaqah Hifdzil Quran) - Yaman, sumber: IG @okisetianadewi
Perstasi Rifdah wajib kita apresiasi dan menjadi suatu kebanggan, namun tantangan terbesar adalah bagaimana mempertahankan prestasi tersebut dan menularkan kepada orang Indonesia lainnya. Tidak hanya sebagai Qoriah atau Qori melainkan seluruh aspek kehidupan. Bagaimana menjadikan dokter Indonesia yang mendunia, bagaimana insinyur Indonesia sekaliber dunia, bagaimana guru Indonesia menjadi guru yang berprestasi di dunia, bagaimana karyawan Indonesia bisa memegang pucuk pimpinan perusahaan dunia, dan masih banyak lagi. 

Masih banyak Rifdah yang lainnya di Indonesia ini, gali terus potensi diri kita masing-masing sesuai dengan profesinya. Mulailah dari hal-hal kecil yang ada di sekeliling kita untuk membangun hal-hal besar yang ada di luar diri kita. Selamat untuk Rifdah, semoga prestasimu membawa kebaikan kepada mereka yang ada dilingkunganmu, dan umumnya untuk masyarakat Indonesia. 

Post a Comment for "Rifdah; Qoriah Terbaik Indonesia dan Dunia"

Berlangganan