Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Hawking; Sang Jenius Telah Tiada

Stephen William Hawking Fisikawan Jenius abad ke-21 telah tiada, beliau telah meninggal dunia pada tanggal 14 Maret 2018 dalam usia 76 tahun. Seperti tulisan sebelumnya "Hawking; Misteri Perempuan dan Tuhan", teori yang paling terkenal dari Hawking adalah mengenai alam semesta yaitu "Teori Relatifitas" dan "Black Hole".  

Stephen William Hawking, sumber: www.googe.com

Sebelum meninggal Hawking selalu dibayang-bayangi oleh isu kematian, bahkan pada usia 21 tahun dokter yang telah mendiagnosanya menyatakan bahwa Hawking akan bertahan hidup kurang dari 2 tahun. Pernyataan dokter yang mendiagnosanya tidak terbukti, Hawking bertahan hidup 55 tahun kedepan dengan berbagai karya yang diakui dunia.

Pernyataan lain mengenai otak yang dinyatakan oleh Hawking yaitu "Saya menganggap otak seperti komputer yang akan berhenti bekerja jika komponennya rusak. Tidak ada surga atau kehidupan setelah mati yang bisa memperbaikinya. Itu seperti cerita dongeng bagi anak-anak yang takut kegelapan". 

Hawking juga menyatakan Ia tidak takut akan kematian, bahkan pernyataan mengenai akhirat Ia tidak takut "Saat hidup, kita harus mencari nilai-nilai terbaik atas tindakan yang dilakukan". "Wajar jika kita percaya kepada Ilahi sebelum memahami sains. Namun saat ini, ilmu pengetahuan bisa memberikan penjelasan yang lebih baik mengenai apa pun". Pernyataan ini menegaskan bahwa posisi Hawing tidak mempercayai adanya Tuhan (atheist). 

Kematian Hawking tentunya membuat dunia akademisi kehilangan ilmuan terbainya saat ini. Anak Hawking, Lucy Robert sendiri menyatakan kesedihannya "Kami sangat berduka atas kematian ayah kami pada hari ini, kami akan selalu merindukan beliau". Bagi kita semua yang telah kehilangan Hawking kita doakan semoga mendapatkan tempat terbaik, kita juga mengucapkan terimakasih atas karya yang bermanfaat bagi dunia. 

Post a Comment for "Hawking; Sang Jenius Telah Tiada"

Berlangganan