Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kiasah Penemu WhatsApp yang Pernah Ditolak Twitter dan Facebook

Hari ini komunikasi kamu menggunakan apa? Mungkin aplikasi WhatsApp adalah salah satunya yang Anda gunakan. Eeh tahu gak sih, penemu WhatsApp ini sebelumnya pernah ditolak oleh perusahaan raksasa Twitter dan Facebook?

Brian Pendiri WhatsApp

Berikut ceritanya ya. Penemu WhatsApp adalah Brian Acton, saat melamar ke Twitter untuk menjadi karyawannya (pengembang), namun hasilnya ia ditolak. Entah karena alasan tertentu dirinya tidak lolos diperusahaan itu.

Brian menulisnya di halaman Twitter miliknya, cuitannya tersebut adalah: "Got denied by Twitter HQ. That's ok. Would have been a long commute."

Cuitannya tersebut mengundang banyak sekali tanggapan, yang memberikan like sebanyak 2 ribu, yang memberikan komentar sekitar 5 ribu. Hal tersebut merupakan dukungan atau simpati.

Hal serupa pun Ia lakukan ke Facebook, ia mendaftarkan dirinya untuk menjadi karyawan di kantor pusat FB. Setelah melamar hasilnya pun sama seperti Twitter, ia ditolak mentah-mentah.


Brian pun kembali menulis di halaman Twitternya, cuitannya tersebut adalah: "Facebook turned me down. It was a great opportunity to connect with some fantastic people. Looking forward to life's next adventure."

Cuitan tersebut pun mengundang simpati dari jutaan netizen. Cuitannya tersebut diberi like sebanyak 8 rb, dan komentar sebanyak 11 rb.

Untuk membuktikan kualitas dirinya kepada kedua perusahaan tersebut, Brian akhirnya membuat aplikasi pesan yang diberi nama WhatsApp. Awal mula kemunculannya memang tidak disangka-sangka, karena pada saat itu dunia sedang dimanja oleh BBM (Blackberry Messanger).

Setahun kemudian WhatsApp mulai digemari oleh masyarakat karena labih mudah untuk menggunakan dan aksesnya lebih fleksibel. Seperti kita ketahui 5 tahun kemudian, Facebook akhirnya membeli WhatsApp senilai 223 triliun.

Brian bersama Mark
Hal ini membalikan fakta bahwa sebelumnya ditolak, saat ini menjadi anak emas. Itu lah buah manis dari sebuah perjuangan. Seperti menelan pil pahit, kritik dan kegagalan merupan sebuah cambuk untuk menuju kesuksesan di masa yang akan datang.

Perlu suatu perjuangan dan pandangan positif untuk menyikapinya kendala/tantangan dengan baik. Kerja keras dan usaha untuk membuktikan melalui hasil karya yang bermanfaat bagi orang banyak.
Suatu saat karya tersebut akan digunakan dan dikenang oleh orang lain. Mari berkarya terus walaupun banyak rintangan yang menghadang.

Sumber: dari berbagai sumber, foto: wikipedia.com

Post a Comment for "Kiasah Penemu WhatsApp yang Pernah Ditolak Twitter dan Facebook"

Berlangganan