Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Jarang Diketahui Anak, Inilah Perilaku Orang Tua Yang Sengaja Disembunyikan

Orang tua kita merupakan sosok yang sangat dekat dengan kita, akan tetapi mereka pun merupakan orang yang sangat jauh dari kita. Ada hal-hal yang mereka sembunyikan agar anak-anaknya tidak perlu mengetahuinya.

Banyak sekali alasan yang melatarbelakanginya, mulai dari menjaga harkat dan martabat keluarga sampai hal tersebut merupakan kekonyolan yang mereka sembunyikan. Sebagai seorang anak jangan heran ini merupakan hal yang wajar dan harus memakluminya.

Keluarga - Pexels
Hal apa saja yang mereka sembunyikan dari kita sebagai seorang anak? Kita akan membahasnya satu persatu dengan lengkap. Berikut penjelasannya:


1. Sex
Sebagian besar orang tua sangat menyembunyikan perilaku sex dengan pasangan istri atau suaminya. Bahkan mereka menganggapnya sangat tabu diketahui oleh anak-anaknya. Hal sekecil mandi wajib pun mereka sengaja samarkan agar tidak diketahui oleh anak-anaknya.

Lebih rahasia dan misterius lagi adalah hal-hal yang berhubungan dengan kebiasaan, keluhan, atau permasalahan sex mereka. Bahkan antar suami dan istri saja ini menjadi hal yang sangat tabu dan harus di jaga.

Sebagai seorang anak, kita tidak bisa memaksakan diri untuk mendapatkan informasi atau seputar pengalaman mereka. Akan tetapi jika kita diskusi mengenai diri kita (sebagai) seorang yang ingin menjaga masalah sex ini, mereka anak memberikan informasi dan saran-saran berdasarkan pengalaman dan pengetahuan mereka.

Kita sebagai anak sangat baik terbuka kepada mereka, akan tetapi jangan paksa mereka untuk terbuka kepada kita dalam hal sex ini.


2. Finansial
Keadaan ekonomi keluarga seperti halnya air, ada pasang-surutnya. Orang tua sangat menjaga hal ini agar tidak diketahui oleh anak-anaknya. Saat kondisi baik, mereka tidak ingin anak-anaknya berperilaku di luar batas yang sewajarnya.

Disaat kondisi sedang surut, mereka pun tidak ingin diketahui oleh anak-anaknya penderitaan yang sedang dijalaninya. Mereka hanya menginformasikan hal-hal umum dan sifatnya tanggung jawab bersama.

Harus diperjelas lagi bahwa perilaku tertutup disini adalah finansial internal keluarga bukan masalah bisnis. Jika berkaitan dengan bisnis hal sebaliknya ini harus dibuka sejujurnya kepada semua anggota yang dapat dipercaya agar dipertanggungjawabkan dengan jelas.

Sekalipun kondisi pailit, orang tua sangat menghindari untuk mengeluhkan kondisi finansialnya kepada anak-anaknya, mereka sangat khawatir mengganggu konsentrasi anak-anaknya dalam hal belajar, kuliah, pekerjaan, ataupun bisnis mereka.

Mereka menginginkan anak-anaknya fokus tanpa banyak gangguan. Sebagian besar orang tua nginginginkan seluruh finansialnya untuk kemajuan anak-anak dan keluarganya. Bukan untuk mereka berdua.


3. Anak
Setelah urusan finansial diperolehnya, orang tua sangat menginginkan kehadiran anak. Bukan hanya satu melainkan banyak. Sebagian orang tua meyakini bahwa anak ini merupakan salah satu kesuksesan dalam keluarga.

Anak merupakan investasi masa depan yang akan mengangkat harkat dan martabat keluarga. Nama keluarga akan terangkat saat anak-anaknya sukses dikemudian hari. Namun hal ini jarang diungkapkan kepada orang lain, khususnya anak-anak mereka sendiri.

Hanya bahasa tersirat saja yang dapat ditangkap oleh anak-anaknya. Bagi orang tua yang belum dikaruniai anak pun banyak sekali upaya yang mengambil untuk mendapatkan anak, demi menyempurnakan sendi-sendi keluarga yang utuh, harmonis, dan bahagia.


4. Anak tidak akan pernah dewasa
Tidak dapat dipungkiri bahwa orang tua akan menganggap dan memperlakukan anaknya sebagai anak kecil dihadapannya. Sekalipun anak-anaknya sudah dewasa atau tua, mereka akan selalu menganggapnya anak dan kekanakan.

Mereka meyakini bahwa generasi, pengetahuan, pengalaman mereka berbeda dengan anak-anaknya sehingga menjadi alasan orang tua akan selalu lebih dewasa, berpengalaman, dan faham akan fenomena yang dihadapinya saat ini.

Kita akan selalu menjadi anak-anak - Pexels
Sebagai seorang anak tidak dapat memaksa mereka agar memperlakukan kita layaknya orang dewasa yang kita inginkan. Orang tua akan tetap melihat perjalanan kita saat anak-anak sampai dewasa, hal-hal yang menjadi hobi atau kebiasaan kita akan mereka pertahankan.

Tanpa diminta mereka akan menyediakan makanan atau minuman favorit kita. Saat bersama mereka akan memperlakukan kita layaknya anak kecil yang mereka perlakukan dulu, walaupun caranya menyesuaikan dengan kondisi anaknya saat ini.


5. Cemas
Orang tua akan selalu menganggap anaknya itu sebagi anak-anak, jika anak-anaknya jauh dari dirinya sebetulnya mereka sangat cemas. Mereka mengkhawatirkan anak-anaknya akan masalah keamanan, keselamatan, makanan, tempat tinggalnya, dan lain-lain.

Hal ini terbukti saat anak-anaknya jauh dari rumah, apakah itu kuliah atau kerja. Mereka akan sering menelepon atau video call untuk mengetahui keadaan anak-anaknya tersebut. Bahkan saking tidak ada topik yang dibicarakan, hal yang samapun mereka lakukan berulang-ulang.

Kita sebagai anaknya jangan bosan-bosannya untuk memperlakukan mereka dengan baik, ini adalah bentuk perhatian dan kasih sayang mereka. Kuncinya adalah kejujuran dan keterbukaan dari kita kepada mereka.

Jika memang kita sedang padat, sibuk, kita sampaikan informasinya dengan baik. Infokan kepada mereka kapan jadwal kosong agar bisa telepon atau video call dengan nyaman tanpa ada gangguan. Hal sebaliknya jika kita yang aktif menelepon atau video call dengan mereka ini merupakan tindakan yang sangat baik, karena mereka rasa diperhatikan oleh anak-anaknya.


6. Ingin Selalu Menang
Orang tua dengan berbagai perilaku sebetulnya ingin selalu menang. Sesuai dengan usia kita mereka akan menampilkan sikap yang lebih dewasa, akan tetapi mereka ingin diikuti adan dijadikan panutan.

Dalam hal ini harus sama-sama dipahami adalah masalah batas-batasnya saja, batas wajar yang dapat dipertanggung jawabkan oleh orang tua dan anaknya. Tidak memberatkan orang tua ataupun anak itu sendiri.

Hal ini dapat dibangun oleh komunikasi yang baik, terbuka, jelas dan bertanggung jawab. Sekalipun orang tua kita keras dan selalu ingin menang, jika dijelaskan dengan baik dan mereka faham dengan baik, mereka pun akan sadar dan terbuka terhadap anak-anaknya.

Perlu digaris bawahi perilaku yang harus dikedepankan adalah pemilihan cara yang tepat dilakukan saat berhadapan dengan mereka. Orang tua cenderung lebih sulit untuk dirubah, anak-anaklah yang harus menyesuaikan cara komunikasi dan memperlakukan mereka.


7. Orang Tua Akan Baik-baik saja
Orang tua tidak akan pernah menyampaikan secara terbuka kondisi atau keluhan pada dirinya, sekalipun sakit. Hanya tanda-tanda tertentulah yang dapat ditangkap oleh anak-anaknya. Mereka akan selalu bilang baik-baik saja, sekalipun ada penyakit yang dirasakannya.

Sikap ini mereka tunjukan agar tidak mengganggu atau mempengaruhi anak-anaknya, walaupun kadang-kadang tanda-tanda atau perilaku tertentu pun sebetulnya sudah bisa diterka oleh anak-anaknya, mereka membutuhkan perhatian dan perlakukan khusus.

Kondisi ini akan semakin sering dialami oleh orang tua ketika tidak muda lagi dan sakit-sakitan. Ini lah kesempatan anak-anaknya untuk berbakti kepada mereka, dulu kita diurus dan dibesarkan oleh mereka, saatnya kita memuliakan mereka.


8. Anak adalah Kesempatan Kedua
Orang tua dengan keberhasilan atau kekurangannya pasti punya harapan dan cita-cita yang belum tercapai atau terkabulkan. Jarang sekali mereka mengungkapkan ambisinya yang sekian lama terpendam dalam hidupnya diungkapkan kepada anak-anaknya.

Mereka hanya memberikan saran atau gambaran saja mengenai sesuatu yang mereka inginkan. Mereka tidak ingin menentang anak-anaknya dan menggangu masa depan dari mereka. Mereka akan membuat bahasa atau perilaku sampiran dari pengelaman-pengalamannya dulu untuk dihubungkan dengan keadaan saat ini.

Ilustrasi pernikahan - Pexels
Mulai dari cita-cita, pasangan, pengalaman, pendidikan, sampai dengan masalah pekerjaan. Sekalipun mereka tidak terbuka akan tetapi pernah membahasnya walaupun mungkin hanya beberapa kali saja. Ini pun dapat kita maklumi dan mengambil sisi positifnya, akan tetapi kita sebagai anak harus menentukan jalan terbaik untuk kita dan orang tua, tidak seratus persen langsung dapat mengikuti apa yang mereka inginkan.


9. Doa Terbaik
Tanpa kita ketahui setiap menit, jam, atau dalam berbagai aktivitas orang tua kita selalu memanjatkan doa terbaik untuk anak-anaknya. Doa yang paling umum mereka panjatkan untuk kita adalah doa keselamatan, rizki yang baik, jodoh yang baik, pekerjaan yang baik.

Tanpa diminta mereka ikhlas memanjatkan doa tersebut setiap saat kepada Tuhan. Tujuannya tidak lain adalah ingin anak-anaknya lebih baik dari kondisi dia saat ini. Sekalipun hal buruk dialami oleh anak-anaknya, mereka ingin yang terbaik buat mereka.

Ritual maaf-maafan atau berdoa saat beribadah, itu adalah yang kasat mata saja mungkin hanya sepuluh sampai lima belas persen dari usaha dia berdoa diluar kegiatan yang tidak terlihat. Saat ini kita sebagai anak tidak banyak mengetahuinya, suatu saat kita menjadi orang tua, hal ini pun mungkin kita lakukan untuk anak-anak kita nanti dan tidak akan diberitahukan kepada mereka.


10. Bangga
Orang tua akan sangat bangga ketika anak-anaknya sukses, mereka akan mengungkapkannya seratus kali lipat bahkan lebih dari siapapun. Hal sebaliknya saat kita tidak sukses atau di luar ekspektasinya, mereka akan selalu mengangkat sisi positif untuk tetap dibanggakan.

Di hadapan kita mereka terlihat begitu tenang dan berperilaku wajar. Hal sebaliknya di luar pengetahuan kita mereka sangat antusias, bangga, bahkan mengekspresikannya layaknya orang yang mendapatkan durian runtuh atau rizki nomplok.

Hal ini dapat dilihat dari postingan sosial media, chat dengan keluarga,  rekan kerja, dan lain-lain. Diluar dugaan kita selaku anaknya mereka sangat bangga atas prestasi kita. Jika hal terburukpun terjadi mereka akan pasang badan melindungi anak-anaknya.

Inilah sepuluh perilaku orang tua kita yang jarang diungkapkan secara terbuka kepada kita akan tetapi mereka melakukannya. Semoga keberkahan tercurah kepada orang tua kita, siapapun dia, bagaimanapun keadaannya kita patut bersyukur, berterimakasih, dan selalu memuliakannya.

Post a Comment for "Jarang Diketahui Anak, Inilah Perilaku Orang Tua Yang Sengaja Disembunyikan"

Berlangganan